Senin, 06 Februari 2012

Cara Sederhana Budidaya Cacing Sutera


Ketersediaan Tubifex Sp. atau yang biasa dikenal Cacing Sutera adalah salah satu penunjang keberhasilan para pembudidaya ikan pada segmen pembenihan. Kesulitan mendapatkan pasokan Cacing Sutera secara terus menerus biasanya menjadi kendala yang sangat merugikan bagi pembenihan sehingga membudidayakannya merupakan salah satu solusi bagi kendala yang dihadapi.
Bentuk tubuh cacing ini menyerupai rambut dengan panjang badan antara 1-3cm dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas-ruas. Cacing ini hidup dengan membentuk koloni di perairan jernih yang kaya bahan organik. Cacing ini meiliki 57% protein dan 13% lemak dalam tubuhnya.
Cacing sutra merupakan hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi dua sebelum menetas.

Bahan organik yang baik untuk digunakan oleh cacing sutra adalah
campuran antara kotoran ayam, dedak (bekatul) dan lumpur. Namun banyak juga bahan-bahan tersebut bisa kita gunakan dengan memanfaatkan ketersediaan bahan-bahan yang ada disekitar kita. menurut pengalaman penulis dalam membudidayan cacing sutera, saya hanya menggunakan air cucian beras, cucian ikan dan sisa makanan bayi yang tidak dihabiskan ataupun susu formula yang sudah kadaluarsa sebagai makanan bagi cacing sutera. adapun teknik yang saya gunakan dalam membudidayakan cacing sutra adalah sebagai berikut:

1. Persiapa Media
Buatlah galian pada tanah yang berlumpur dengan ukuran 1X8 dengan kedalaman kira-kira 20 cm atau boleh juga dibuat petakan-petakan berukuran masing-masing 1x1 m atau 1X2 m dengan kedalam 20 cm sebanyak 6-8 petakan, ini dibuat agar memudahkan anda dalam proses pemanenan, dan untuk ukuran bisa disesuaikan dengan selera anda.. bagaimana enaknya aja bro.. selanjutnya masukan pada setiap petakan itu lumpur halus yang sudah dicampur dengan kotoran ayam, ampas tahu, dedak atau air cucian beras, air cucian ikan / ayam juga boleh.. pilih salah satu aja bro.. yang mana murah n Yang mana ada disekitarmu itu yang dimanfaatkan dengan ketebalan 10-15 cm..selanjutnya buatlah saluran pemasukan dan saluran pembuangan sehingga air pada bagian ujung media sehingga sirkulasi air bisa lancar secara terus menerus..biarkan media tersebut selama 3-4 hari kemudian aliri dengan air setinggi 3-5 cm dari permukaan lumpur. Buatlah atap sebagai peneduh agar kolam casut tidak terkena sinar matahari langsung.
2. Penebaran Bibit
untuk bibit bisa didapatkan dari toko ikan hias atau bisa dibeli langsung dari para penambang cacing sutera atau bisa juga didapat dari para pengepul cacing sutera, tebarlah sebanyak 7-10 0ns cacing sutera..untuk menghilangkan kotoran yang merugikan (bakteri Patogen) yang mungkin masih ada pada cacing sutera ada baiknya di rendam dulu pada media yang dialiri air sehingga cacing benar-benar bersih ketika akan ditebar. setelah cacing benar-benar bersih, maka lakukan penebaran pada media yang telah siap secara merata dan aliran air distop dulu sehingga cacing sudah benar-benar melekat pada media baru dialiri air lagi..
3. Pemupukan
untuk pemupukan bisa anda lakukan setiap hari atau setiap kali ada air cucian beras atau air cucian ikan/ayam..dari pengalaman penulis terkadang penulis juga melakukan pemupukan dengan menebarkan secara merata tepung udang..
4. Pemanenan
Proses pemanenan cacing sutera bisa anda lakukan secara berkala setelah 15-20 hari setelah penebaran benih tergantung perkembangan cacing sutera yang anda ternakkan.. selamat mencoba.. moga berhasil..
By. M. Rasulika (Sulik Bee)